Jangan Salah Mencintai dan Mengidolai
Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda :
المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Seseorang bersama dengan yang dicintainya.” (HR Al-Bukhari )
Sungguh Fenomena menyedihkan.. Tatkala banyak umat Muslim di luar sana terutama dari golongan permuda dan pemudi yang sangat mencintai para
pelaku maksiat, bahkan dari kalangan orang-orang Non-Muslim!!! (terutama para
pemain film, penyanyi).
Foto para idola tersebut mereka pajang di
kamar-kamar mereka, berharap menjadi penyejuk pandangan mereka.. Sebelum tidur dan
tatkala bangun tidur…
Bahkan mereka meniru gaya berpakaian idola-idola mereka tersebut !! Mereka hafalkan lantunan-lantunan idola mereka tersebut,
mereka pelajari perjalanan hidup idola-idola mereka tersebut.. !!
Jika salah seorang dari mereka ditanya tentang
sejarah para sahabat Rosul, nama, dan nasehat-nasehat Abu Bakar, Umar, Abu
Ubaidah bin Jarrah?? maka terdiamlah ia, Namun ketika ditanya tentang puluhan sejarah,
dan nama-nama para artis dunia, aktor dan aktris film, film yang sedang ramai–ramainya, mereka
begitu pintar dan lincah. Bahkan kecintaan sebagian mereka sudah sangat mendalam kepada orang-orang Non-Muslim idola mereka tersebut, terbukti tatkala para artis tersebut datang ke kota ini, maka merekapun berbondong-bondong menyambut para idola mereka itu.
Na'udzu billahi min dzalik.
FAKTA-nya, ketika ada seorang teman yang tidak tahu tentang tokoh-tokoh dunia, penyanyi, artis
dan aktor film, namun lebih mengenal kepada tokoh-tokoh sahabat nabi maka dikatakan sebagai
orang yang kuper.
Padahal sebenarnya para
sahabat adalah generasi terbaik yang pernah ada di muka bumi ini setelah
generasi Rosululloh. Merekalah yang seharusnya menjadi contoh, idola dan yang
patut kita tiru.
Apa yang akan mereka perbuat dengan sabda Nabi
Shallallohu 'alaihi wasallam sebagai berikut :
"Seseorang (dikumpulkan di akhirat kelak) bersama dengan yang ia cintai"KARENANYA.. Cintailah orang-orang sholeh... Tirulah gaya hidup mereka.. Patuhilah petuah-petuah mereka. Yaitu orang-orang yang jika kita mengingat mereka, maka kita akan mengingat akhirat.
Anas Bin Malik radhiallahu 'anhu berkata :
فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيٍّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ، فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُوْنَ مَعَهُمْ بِِحُبِّيْ إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
"Kami tidak pernah gembira karena sesuatu apapun sebagaimana kegembiraan kami karena mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Engkau bersama yang engkau cintai.”( Muslim)
Anas juga pernah berkata:
“Aku mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar dan aku berharap aku (kelak dikumpulkan) bersama mereka meskipun aku tidak beramal sebagaimana amalan sholeh mereka."
Siapa tahu karena kecintaan yang tulus maka kita
akan dikumpulkan bersama Abu Bakar di surga…, bahkan dikumpulkan bersama Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam..
Jadi saudaraku... siapakah yang akan engkau idolakan..?
Jazakumullohukhoiro....






1 comment
kadang sebagai orang tua, kami pun bingung dengan kondisi seperti ini...
ya.. minimal seimbang lah..
anak2 jg bergaul dengan banyak orang..
paling ideal memang tinggal , sekolah , bergaul dengan jokam..
Post a Comment